24 Juni 2015

Jika 7 Tanda Ini Kamu Rasakan, Sebaiknya Kamu Berhenti dari Pekerjaanmu yang Sekarang

business-women-thinking-unhappy

Salah satu kewajiban bagi kita yang sudah semakin beranjak dewasa ini adalah bekerja. Kita memang dituntut untuk bisa memimpin hidup sendiri dengan bisa memenuhi segala kebutuhan diri. Namun, terkadang tanpa disadari kita justru terjebak ke dalam pekerjaan yang sebenarnya tak disenangi. Alih-alih menikmati, kita justru membuang waktu dan energi. Padahal seharusnya kamu tak boleh membiarkan dirimu terjebak ke dalam pekerjaan yang tak diminati, karena hidup tak akan terulang dua kali.

Untuk bisa mengetahui bahwa pekerjaanmu memang bukan renjanamu, kamu bisa membandingkan yang kamu rasakan dengan tanda-tanda di bawah ini.

 

1. Tiap kali bangun tidur untuk mengawali hari, hanya rasa malas dan kurang semangat yang ada di hati.

kamu tak merasa semangat tiap kali bangun pagi

kamu tak merasa semangat tiap kali bangun pagi via parisapartment.wordpress.com

Berbeda dari mereka yang sungguh menikmati pekerjaannya. Bagimu yang memang bekerja tak sesuai dengan renjana, rasa malas tak hanya datang ketika kamu berada di lingkungan kantor saja. Bahkan, perasaan malas ini sudah kamu rasakan tiap kali kamu membuka mata di pagi hari. Tak ada semangat untuk segera memulai hari, kamu justru merasa malas luar biasa untuk beranjak dari kasur kamar. Ini merupakan penanda sederhana bahwa kamu tidak menikmati pekerjaanmu dan tak memiliki cukup semangat untuk mengawali hari.

 

2. Ketika orang lain menanyakan apa pekerjaanmu, kamu berusaha menghindar. Tidak ada rasa bangga pada apa yang kamu kerjakan.

kamu merasa pekerjaanmu ini tak berguna

kamu merasa tidak bangga terhadap apa yang kamu kerjakan via www.tumblr.com

Apabila kamu menjalankan hal yang kamu minati, pastinya kamu ingin berbagi cerita dengan orang lain. Namun, ketika kamu sedang terjebak ke dalam pekerjaan yang tak kamu senangi kamu merasa orang lain tak perlu tahu. Ketika keluarga, kawan, maupun orang lain bertanya mengenai pekerjaan kamu merasa tak berminat untuk menjelaskan. Bahkan terkadang kamu merasa lebih baik menghindari pertanyaan seputar pekerjaan yang kerap mereka lontarkan.

 

 

3. Tanpa disadari mengeluh menjadi kebiasaan harian, begitu juga dengan mencari nilai minus perusahaan.

mengeluh menjadi kebiasaan harian

mengeluh menjadi kebiasaan harian via www.dresserassociates.com

Tidak hanya rasa malas yang mulai menggerogoti diri, tanpa kamu sadari keluhan lebih sering terlontar daripada ucapan syukur. Selalu ada saja yang membuatmu mengeluh tiap harinya. Entah itu beban kerja yang dirasa luar biasa berat, deadline yang mengikat, hingga atasan yang menyebalkan. Kamu tak pernah menikmati hari-harimu selama bekerja. Kamu pun selalu mencari peluang untuk tak mensyukuri keadaan. Bahkan, kamu selalu mengingat serta mencari nilai minus dari perusahaan dan atasan demi tetap ada hal yang bisa dikeluhkan.

 

 

4. Alih-alih merasa lebih semangat untuk berusaha, teguran yang didapat dari atasan justru membuatmu patah semangat seketika.

kamu merasa patah arang seketika

kamu merasa patah arang seketika via ceoworld.biz

Ketika kamu menikmati benar apa yang kamu kerjakan, maka kamu akan berusaha menjadi yang terbaik di bidangnya. Apapun kamu lakukan untuk meningkatkan performa. Bahkan teguran dari atasan bisa digubah menjadi kritikan yang membangun. Namun, berbeda halnya ketika kamu bekerja di tempat yang tak sesuai dengan renjana. Kamu enggan berusaha untuk meningkatkan kualitas kinerja. Bahkan ketika teguran datang, kamu dengan mudahnya patah arang dan memilih untuk berhenti berjuang.

 

 

5. Kamu merasa tak puas dengan penghasilan, rasa-rasanya beban pekerjaanmu tak sebanding dengan gaji bulanan.

penghasilanmu tak sepadan dengan gaji yang didapatkan

penghasilanmu tak sepadan dengan gaji yang didapatkan via easysmallbusinesshr.com

Satu-satunya alasan yang membuat bertahan di pekerjaan yang sekarang hanyalah karena kamu membutuhkan pemasukan. Kamu tak memiliki alasan lain selain karena dituntut kewajiban dan demi menyambung hidupmu ke depan. Kamu pun lebih sering menghitung untung-rugi, membandingkan bobot pekerjaan dengan gaji bulanan. Jika sudah begini bisa dikatakan bahwa kamu pun sebenarnya tak menikmati pekerjaanmu. Karena yang menjadi tolak ukurmu satu-satunya hanyalah pundi rupiah, bukan kebahagiaan yang didapat selama kamu bekerja.

 

 

6. Tak mendapat ilmu baru dari apa yang kamu kerjakan, profesi ini dirasa hanya membuang waktu serta tenaga.

pekerjaan ini hanya membuang waktu dan tenaga

pekerjaan ini hanya membuang waktu dan tenaga via woman.thenest.com

Lingkungan kantormu yang ada sekarang ini membuatmu merasa tak berkembang dan bukan merupakan tempat yang baik untuk belajar. Kamu merasa waktu yang kamu habiskan sia-sia karena kamu tak mendapat ilmu apa-apa. Kamu tak mendapat banyak manfaat untuk diri sendiri, karena kamu merasa apa yang kamu lakukan ini hanya demi kewajiban semata.

 

 

7. Di akhir hari tak ada rasa puas yang didapatkan, hanya rasa lelah dan beratnya beban.

hanya rasa lelah yang kamu dapatkan

hanya rasa lelah yang kamu dapatkan via www.entrepreneur.com

Tiap orang pasti akan merasa lelah setiap kali selesai bekerja. Namun, mereka yang menikmati pekerjaannya selalu terselip rasa puas di dalamnya. Berbeda halnya denganmu yang merasa terjebak di tempatmu bekerja sekarang ini. Di akhir hari hanya lelah dan beban beratlah yang dirasakan. Tak ada sedikitpun rasa senang maupun puas karena telah berhasil menyelesaikan pekerjaan harian.

 

Apabila ragam tanda di atas sedang kamu rasa sebaiknya kamu segera mencari pekerjaan baru, sebelum kamu terjebak ke dalam rutinitas yang menghambat jalanmu ke depan.